Tuesday, 31 December 2013
Seorang Jon Bon Jovi
Tersohor, tampan, dan kaya raya. Itu terjadi pada John Francis Bonglovi Jr. Bersama band rock Bon Jovi, Jon meraup sukses besar. Namun di balik semua gaya hidup bintang mewah Jon tetaplah orang biasa. Dilansir dari situs biography.com (2006) Jon justru menyukai gaya hidup sederhana. Bahkan dia setia pada istrinya.
Jon sudah dari sekolah menengah atas suka pada teman sekelasnya Dorothea Hurley seorang atlit karate. Dia menikahi Hurley pada 1989 dan hingga kini pernikahan mereka sangat baik-baik saja.
Dari rahim Hurley, Jon memiliki empat anak. Rocker tampan itu mengaku banyak sekali perempuan cantik mendekatinya. "Hurley memang tidak menarik secara fisik dibandingkan dengan mereka menggoda saya. Tapi dia berkarakter kuat. Saya mencari istri dan ibu untuk anak-anak saya dan dia lah orangnya," ujar Jon soal istrinya seperti dilansir contactmusic.com.
Jon mengaku selalu merasa bersalah jika berlaku curang dengan melirik gadis lain di belakang sang istri. Sementara sang istri menunggu setia di rumah dan Jon sibuk tur keliling dunia, tidak sedikit pun Hurley menaruh rasa curiga.
JOn pernah mengatakan di depan penonton siaran televisi Oprah dia sangat jatuh cinta pada istrinya dan memujanya. Jika tanpa sang istri dia bagai kartu tanpa ada yang mampu memegangnya.
Seperti saat mereka harus menghadapi kenyataan pahit, putri mereka bernama Stephanie ditemukan over dosis di kampusnya. Jon dan Hurley menghadapi masalah ini bersama bahkan ketika menghadapi media Hurley secara tegas meminta media untuk tidak mengkaitkan ini dengan gaya hidup rocker ala Jon. "Dia bukan rocker seperti yang Anda pikirkan," ujar Hurley.
Mereka secara lapang dada mengatakan bersalah sebab sebagai orang tua masih banyak kekurangan dan berjanji lebih memperhatikan anak-anaknya.
Ini salah satu gambaran Jon sederhana. Di sisi lain, Jon juga seorang dermawan. Dia membuka restoran khusus bagi fakir miskin di Amerika jumlahnya lebih dari sejuta jiwa. Semua orang tidak mampu boleh makan di situ gratis.
Restoran itu bernama Soul Kitchen. Meski demikian tidak ada yang benar-benar miskin tidak mampu membayar. Berkat ketulusan Jon, para kaum papa ini tetap membayar meski semampu mereka. "Dia terlalu baik. Kami tidak ingin merugikannya," ujar salah seorang mengaku pernah makan di Soul Kitchen. Menu di sana terhitung enak persis di restoran mahal.
Versi --> http://www.merdeka.com
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment